Elemen-Elemen Rahasia, Dibalik Karya Arsitektur yang Ikonik

Weber Indonesia

Semen instan - Setiap arsitek, ingin menciptakan dan memiliki sebuah karya arsitektur yang ikonik. Yang akan menjadi warisan abadi dan tetap bertahan serta dikenal oleh generasi-generasi berikutnya. Patrick Schumacher, yang merupakan anggota juri A+ Awards, sebuah ajang penghargaan karya arsitektur terbesar di dunia menegaskan, inovasi dan ide baru, dapat membantu sebuah karya arsitektur dikenal banyak orang. Untuk membuatnya ikonik, diperlukan elemen-elemen tambahan yang dapat meningkatkan nilai pada arsitektur tersebut.

Bentuk yang Menciptakan Siluet Unik

Karya arsitektur ikonik pada umumnya memiliki siluet yang unik dan dapat selalu membekas dalam ingatan

 

Wisma 46 karya Zeidler Partnership Architects di Jakarta menjadi salah satu gedung ikonik Jakarta berkat bentuknya yang menciptakan siluet berbeda dari gedung lainnya.

Metafor dan Simbolisasi

Metafor merupakan salah satu elemen yang dapat membuat sebuah karya arsitektur menjadi ikonik. Sebuah bangunan yang mewakili atau menyimbolkan sesuatu akan mempengaruhi emosional banyak orang, yang dapat membuat orang-orang tersebut mengingat makna dari arsitektur tersebut.

Museum Tsunami Aceh karya Ridwan Kamil menyentuh hati masyarakat Indonesia melalui arsitekturnya yang merepresentasikan keadaan, situasi, dan rasa saat tsunami terjadi.

PATH Terminal karya Santiago Calatrava di New York menggunakan metafora burung yang akan terbang sebagai perlambang impian kebebasan, kedamaian, dan semangat petualangan warga Amerika.

Tingkat Kreativitas yang Tinggi

Desain, konsep, dan teknik pembangunan yang kreatif dapat membawa sebuah karya arsitektur ke tingkat yang lebih tinggi dari karya lainnya.

Rumah peristirahatan Kaufmann, Falling Water house, karya arsitek legendaris Frank Lloyd Wright, menjadi ikonik berkat sistem kantilever dan konsepnya yang kreatif.

Bentuk tidak biasa yang digabungan dengan konsep menarik dan futuristik membuat KCN Office karya arsitek Indonesia Atelier Cosmas Gozali ini stand out di antara bangunan lain di Jakarta.

Kontras dan Menantang Konteks

Desain yang kontras dan berbeda menunjukkan sisi individualitas dari sebuah karya arsitektur. Keberanian untuk menantang konteks arsitektur yang ada dapat membuat karya dikenali.

Perpustakaan Universitas Indonesia karya Budiman Hendropurnomo/DMC Indonesia menantang konteks arsitektur perpustakaan dengan mengangkat tema Morpheus dan konsep sustainable building.

Kryzwy Domek, atau Rumah Bengkok, karya arsitek Szotynscy dan Zaleski memukau banyak orang dengan konteks arsitekturnya yang tidak biasa.

Karakteristik dan Pemilihan Material

Pada umumnya, arsitek berpengaruh di dunia mengekspos tiap karakteristik dan memilih penggunaan material yang mereka gunakan pada karya arsitektur mereka.

Tiang batu dan beton massif di Parthenon karya Felix Candela menjadi bukti bahwa material biasa dapat menciptakan karya arsitektur yang tak lekang oleh waktu.

Menara Pinisi karya arsitek Yu Sing menjadi salah satu karya arsitektur ikonik dengan karakteristik material artifisialnya.

Terkait dengan hal tersebut, mortar instan MU-Weber memiliki berbagai produk seperti Semen Acian MU-200 SkimWall, Pelapis Kedap Air MU-600 DryShield, Pengisi Nat Keramik MU-408 Series, Perata Lantai MU-443 RoofDeck Floor yang dapat menjadi pilihan terbaik untuk bahan material dalam membangun rumah atau  saat renovasi rumahmu.