Jenis Silicone Sealant Sesuai dengan Fungsinya

Weber Indonesia

Sealant menjadi salah satu produk penting yang harus dimiliki oleh para penghuni rumah. Pasalnya, Selain praktis dalam penggunaannya dimana Anda dapat mengaplikasikannya sendiri, Sealant juga dapat membantu menutup ruang atau celah di antara dua material bangunan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti kebisingan, timbulnya jamur, hingga masuknya serangga.

Sealant ini dapat diaplikasikan di berbagai jenis material seperti kayu, almunium, kaca, dan area kamar mandi. Berdasarkan fungsi tersebut, sealant terbagi atas 3 jenis. Ini penting  Anda ketahui agar Anda dapat memilih sealant dengan tepat sesuai kebutuhan. Inilah 3 jenis sealant:

  1. Silicone Bathroom

Cocok digunakan untuk di area basah seperti kamar mandi, dapur, sanitari, dan wastafel.

Keunggulan :

  • Anti jamur
  • Kedap air
  • Mudah dibersihkan
  • Tahan lama karena memiliki daya rekat tinggi
  1. Silicone Glass

Cocok digunakan untuk sambungan konstruksi, kusen jendela, dan kusen pintu dari kayu, kaca, vinyl, Akuarium, serta rumah kaca.

Keunggulan :

  • Tahan sinar matahari (UV) dan cuaca ekstrem
  • Dapat di gunakan di dalam dan di luar ruangan
  • Memiliki elastisitas dan daya rekat yang tinggi
  • Kedap air
  • Bersifat asam, tidak direkomendasikan untuk material berbahan almunium, logam, dan besi.
  1. Silicone Frame

Silicone sealant dengan PH-Balance yang memiliki performa tinggi dengan daya tahan yang unggul untuk berbagai material konstruksi, seperti rangka jendela dan pintu, pipa, keramik, beton, bata, kayu, dan aluminium.

Keunggulan :

  • Memiliki elastisitas dan daya rekat yang tinggi
  • Tahan sinar matahari (UV) dan cuaca ekstrem
  • Dapat digunakan di dalam dan di luar ruangan
  • Tidak akan menimbulkan korosi pada logam ataupun besi

 

Jika sudah mengetahui fungsinya, maka sekarang cara pengaplikasiannya. Tenang. Cara menggunakannnya sangat-lah mudah. Ini keempat langkahnya:

  1. Anda harus membersihkan permukaan dari debu dan minyak yang dapat mengurangi daya rekat, karena jika tidak, hasilnya tidak akan tahan lama. Gunakan thinner cat (MEK), IPA (Iso Prophyl Alcohol), toluene, atau pelarut lainnya. Jangan gunakan sabun.
  2. Tunggu sampai permukaan kering. Jika Anda mengaplikasikan sealant pada permukaan yang lembap, justru sealant akan susah menempel.
  3. Potong corong (nozzle) sesuai dengan ukuran celah dan aplikasikan dengan rata.
  4. Uji daya rekat sealant saat diaplikasikan pada material yang tidak umum (unfamiliar)