Mengenal Sealant, dan Jenis-jenis Sealant

Weber Indonesia

Apa itu Sealant?

Sebelum membahas lebih jauh tentang Sealant, apakah Anda sudah memahami apa itu Sealant? Secara umum sealant merupakan perekat atau bahan yang dapat melekatkan dua permukaan sekaligus mengisi ruang diantara itu, juga dapat difungsikan sebagai pengisi celah , pembatas atau lapisan pelindung.

Penggunaan Sealant difokuskan pada mengisi celah diantara dua bidang atau permukaan, yang memiliki ketahanan dan mengakomodasi gerakan antara substrat, dan menjaga air atau udara keluar, sehingga tidak dimaksudkan untuk pemindahan beban, karena itu biasanya kekuatannya lebih rendah daripada perekat, tetapi memiliki fleksibilitas lebih tinggi.

Apa Saja Jenis-jenis Sealant?

Berbagai jenis Sealant beredar dapat kita jumpai dengan mudah, namun agar Anda tepat dalam mengaplikasikanya sesuai kebutuhan, mari kenali jenis Sealant sesuai dengan fungsi / kegunaanya, diantaranya dibawah ini.

  1. Silicone Sealant

Selain dikenal dengan sebutan Silicone Sealant, ada juga yang menyebutnya lem Silicone. Silicone Sealant berbahan dasar Silicone polymer yang dibuat dari batu silika. Silicone sealant memiliki ketahanan terhadap sinar UV dan tahan terhadap cuaca dingin.

Silicone jenis ini, dapat digunakan sebagai lem perekat antar bidang. Silicone Sealant terdiri dari 2 jenis sealant yaitu Sealant Netral (Neutral) dan Sealant Asam (Acetic). Karena ketahanan terhadap sinar UV, silicone sealant memiliki daya penyusutan sangat rendah yakni di bawah 5 % dan sangat baik untuk aplikasi ke material kaca dan aluminium.

Keunggulan Silicone Sealant

  • Tahan terhadap perubahan suhu
  • Tahan terhadap sinar UV
  • Mudah beradaptasi selama rentang temperatur yang luas
  • Melekat secara baik pada permukaan tidak berpori
  • Melekat pada kaca
  • Tidak menimbulkan korosi pada logam
  1. Modified Sealant

Sealant jenis ini merupakan modifikasi dengan menggunakan teknologi Silyl Terminated Polyether Technology dari Jepang yang menggabungkan kekuatan silikon yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap sinar UV 2 kali lebih kuat daripada Polyurethane Sealant (Super PU+). Sealant ini secara khusus cocok digunakan pada material ACP (aluminium composite panel), kayu, batu alam (Marble) dan beton (concrete). Permukaan Modified Silicone dapat ditutup oleh permukaan cat.

  1. Polyurethane (PU) Sealant

Sempat disinggung pada point sebelumnya, Polyurethane Sealant memiliki ketahanan yang kurang baik terhadap sinar selayaknya modified sealant (MS) yang disebutkan pada poin sebelumnya, Polyurethane sealant baik digunakan pada celah parimeter precast beton, GRC, Kalsiboard, kusen kayu atau aluminium terhadap dinding beton atau bata ringan / habel (light brick). Permukaan Polyurethane (PU) Sealant juga dapat ditutup oleh material cat.

  1. Acrylic Sealant

Untuk area khusus interior Anda disarankan menggunakan Sealant jenis ini, seperti partisi pada gipsum. Acrylic Sealant tidak memiliki ketahanan terhadap sinar UV, namun permukaan dari Acrylic Sealant dapat ditutup oleh material cat. Acrylic Sealant juga tidak memiliki daya rekat sebaik Silicone Sealant, serta elastisitasnya rendah, sehingga tidak dapat mengakomodasi pergerakan substrat yang tinggi. Pengaplikasian Sealant ini biasanya pada material seperti kayu, beton, marmer, keramik, dinding dan di sekitar pintu, jendela dan paling cocok digunakan dalam ruangan karena tidak mengandung bau yang menyengat. Acrylic Sealant dapat juga digunakan sebagai pengganti semen putih yang di dapat diaplikasikan untuk menutup celah atau lubang di plafon interior.

 

Dengan lebih memahami jenis dan fungsi yang tepat untuk penggunaan Anda sudah dapat menentukan Sealant mana yang tepat untuk kebutuhan Anda